Jumat, 08 Maret 2013

PERSAINGAN PERDAGANGAN INDONESIA DENGAN CHINA PADA TAHUN 2014


Hubungan kedua negara sangat kuat dalam 5-10 tahun terakhir, terutama sejak 2005, ketika kita mulai membangun Kemitraan Strategis. Ini menandakan kepercayaan politik antara kedua negara semakin kuat, semakin membuka jalan bagi kerja sama yang luas dan di berbagai bidang, terutama hubungan ekonomi dan dagang. Hubungan dagang China-Indonesia semakin meningkat. Akhir tahun lalu volume perdagangan kedua negara mencapai US$60,7 miliar, peningkatan yang besar. Pada tahun 2013 volume dagang kedua negara mencapai US$43,5 miliar, meningkat 12 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pada akhir tahun lalu, Indonesia adalah mitra dagang terbesar china yang keempat di antara negara-negara ASEAN.  Tahun 2013, Indonesia adalah yang ketiga. Tidak lama lagi, Indonesia akan menjadi mitra terbesar kami yang kedua di ASEAN.
Ini adalah perkembangan yang wajar karena Indonesia adalah pasar yang luas, dengan nilai ekspor yang besar. Kemajuan kerja sama dagang kedua negara adalah sesuatu yang sangat bernilai, di tengah perdagangan internasional yang mengalami kemunduran. Hal ini menguntungkan pebisnis dan rakyat kedua negara.
Target volume dagang china dengan Indonesia pada 2014 adalah US$80 miliar. Nanti, china akan sering melihat perdagangan antara china dengan Indonesia dalam kerangka ASEAN.
Melihat nilai kerja sama dagang yang besar, kedua negara harus memfasilitasi hubungan ini dengan membuka lebih banyak pasar bebas. Pasar China terbuka untuk seluruh produk Indonesia, dan china berharap hal serupa diperlakukan untuk produk China di Indonesia.
China menghindari praktik proteksionisme yang diberlakukan di berbagai negara. Praktik ini dampaknya buruk bagi perdagangan internasional yang seharusnya didasarkan pada peraturan WTO. kedua negara akan tetap melakukan perdagangan bebas yang adil dan terbuka.
Dalam perdagangan bebas antara Indonesia dengan China ini, masyarakat memandang ACFTA sebagai ancaman, karena berpotensi membangkrutkan banyak perusahaan dalam negeri. Perusahaan yang diperkirakan akan mengalami kebangkrutan tersebut adalah tekstil, mainan anak-anak, furniture, keramik dan elektronik. Bangkrutnya perusahan tersebut disebabkan karena ketidaksiapan para pelaku bisnis Indonesia, terutama bisnis menengah dan kecil dalam bersaing. Sementara itu, dengan diberlakukannya ACFTA, maka China yang akan memperoleh keuntungan dari ketersediaan sumber daya alam dan energi Indonesia. Negara China akan memanfaatkan sumber daya alam dan energi Indonesia itu untuk menggerakkan industri mereka dengan biaya yang murah dan hasilnya kemudian dipasarkan kembali ke Indonesia. Masuknya produk China ke Indonesia tidak hanya berdampak terhadap produk Indonesia, akan tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Beberapa produk China yang masuk ke Indonesia mengandung racun dan zat yang berbahaya bagi kesehatan, seperti timbal yang terdapat pada mainan anak-anak. Lalu, produk  yang mengandung susu dimana di dalamnya terdapat melamin. Melamin ini biasa digunakan pada pembuatan plastik, pupuk, dan pembersih. Kemudian produk makanan berupa jeruk ditemukan mengandung formalin, dan produk kosmetik juga ditemukan mengandung merkuri atau air raksa sehingga begitu berbahaya bagi tubuh. Berbagai permasalahan yang terjadi dengan masuknya produk dari China ke Indonesia menggambarkan  pengaruh negatif dari ACFTA terhadap industri dan juga kesehatan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu masyarakat dan para pengusaha industri tidak setuju atas pelaksanaan ACFTA karena merugikan mereka. Sementara itu pemerintah Republik Indonesia sampai saat ini masih tetap menjalankan ACFTA, karena dianggap akan dapat meningkatkan daya saing Indonesia terhadap barang-barang dari China tersebut.

 {Menurut pendapat saya di dalam persaingan perdagangan antara indonesia dan china kerja sama antara kedua negara tersebut sama-sama menguntungkan selain itu setiap tahunnya perdagangannya semakin meningkat. 
Tetapi dalam pasar bebas ada keuntungan dan kerugiannya, keuntungannya banyak produksi barang dari indonesia semakin meluas di china, tapi kerugiannya karena murahnya dan bervariasi produk-produk china yang masuk ke indonesia akan membuat indonesia banyak mengalami kerugian.
Sikap kita tentang persaingan perdagangan ini, pemerintah harus mensosialisasikan cintai produk dalam negri kepada masyarakat selain produk yang dihasilkan berkualitas dan itu sangat membantu meningkatkan pendapatan negara,dan jika pemerintah tidak mampu berkompetisi dengan China untuk beberapa sector perdagangan, maka strategi yang dapat dilakukan adalah dengan mengeluarkan kebijakan safeguard yaitu pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP)}

Sumber :
1. http://analisis.news.viva.co.id/news/read/364783-duta-besar-rrc-liu-jianchao--china-terus-berubah
2. http://currencyredenomination.blogspot.com/2011/02/strategi-indonesia-dalam-menghadapi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar